facebook

facebook

Mari beri sokongan

8.9.13

Antara Pesan Rasulullah...


"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
(Surah [33] AL AHZAB : Ayat 21)



Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Nasa’i, Anas bin Malik menceritakan satu kejadian yang dialami dalam satu majlis bersama Nabi s.a.w.

Suatu ketika Nabi s.a.w bersabda ketika duduk di masjid dan berbincang-bincang dengan sahabatnya, Maksudnya:

“Sebentar lagi seorang penghuni syurga akan masuk ke mari.”

Beberapa saat kemudian masuklah seorang lelaki dengan air wuduk yang masih membasahi wajahnya. Apakah gerangan keistimewaan lelaki ini sehingga mendapat jaminan syurga. Dipendekkan cerita, Abdullah ibn Amr yang ingin mengetahui dan mencungkil rahsia keistimewaan lelaki ini kemudian menemuinya dan menceritakan masalahnya dan memohon untuk menumpang tidur di rumah lelaki tersebut.

Namun apa yang dilihat oleh Abdullah sepanjang tinggal bersama lelaki tersebut ialah sama seperti orang lain yang menjalani rutin kehidupan. Akhirnya, ‘Abdullah terpaksa berterus-terang dan lalu bertanya kepada lelaki tersebut, apakah yang dibuat sehingga ia mendapat jaminan syurga. Katanya, tidak lain ialah, saya tidak pernah menyimpan niat buruk terhadap sesama Muslim dan berasa iri hati terhadap seseorang yang dianugerah nikmat oleh Allah. Tidak pernah pula saya melakukan penipuan dalam setiap aktiviti saya. Itu saja kelebihannya dan lain-lain samalah seperti orang lain’.

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a : Rasulullah saw bersabda, “Jangan merasa iri hati, kecuali kepada dua orang:

(a). Orang yang diberi Allah harta, kemudian dipergunakannya untuk yang hak, dan

(b). Orang yang diberi oleh Allah hikmah (ilmu yang hak), kemudian dipergunakannya (untuk yang hak) serta diajarkannya.” [Hadis 0059]


    Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah Saw. Bersabda, “barang siapa beriman kepada Allah Swt. Dan Hari akhir, hendaklah ia tidak mengganggu tetangganya. Jagalah pesanku tentang kaum perempuan agar mereka diperlakukan dengan baik. Sebab mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika engkau berusaha meluruskannya, tulang itu akan patah. Jika engkau membiarkannya, tulang itu tetap bengkok. Oleh karena itu jagalah pesanku tentang kaum perempuan agar mereka diperlakukan dengan baik.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)


    Imam Al-Ghazali –seperti dikutip dalam Al-Lu’Lu’wa Al-Marjan karya Muhammad Fu’ad ‘Abdul-Baqi, h. 194- berkata, “Salah satu kewajiban suami terhadap Isteri adalah memperlakukannya dengan baik. Perlakuan baik kepadanya bukan hanya tidak menyakiti, melainkan juga bersabar atas perilaku buruk, kelambanan, dan kemarahnnya untuk meneladani Rasulullah Saw. Ketahuilah bahwa ada istri beliau yang mengejek beliau dengan mengulang perkataannya dan ada pula yang tidak memedulikan beliau hingga malam. Lebih dari itu, laki-laki dapat lebih bersabar atas perilaku buruk istri dengan humor yang bisa mengenangkan hatinya.”


    Rasulullah Saw. Juga bersabda, “Aku ingatkan kepada kalian tentang hak dua orang yang lemah, yaitu anak yatim dan perempuan.” (HR Imam Ahmad, Ibn Majah, dan Al-Hakim)


    Hadis ini memperingatkan perlakuan buruk terhadap perempuan sebagai mana terhadap anak yatim. Hadis ini juga mengumpamakan perempuan dengan orangg yang lemah dan tertawan, serta menjelaskan bagaimana syariat islam mengharamkan sikap aniaya kepada keduanya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. Yang lainnya, “Janganlah mencari-cari alasan untuk menyakiti mereka”.



    Ada kaitan erat antara keimanan dan akhlak yang baik. Semakin baik akhlak seseorang, keimanannya pun semakin sempurna. Semakin baik sikap seseorang kepada orang lain dengan menampakkan wajah berseri, tidak menyakiti, dan berbuat baik, keutamaannya pun semakin besar di sisi Allah Swt.

    Beliau juga bersabda, “Hanya orang mulia yang memuliakan perempuan dan hanya orang tercela yang merendahkan mereka.” Dalil yang paling kuat terhadap hal ini adalah bahwa seruan ini ditujukan kepada kaum Muslimin agar menggunakan hukum syariat dan akal sehat dalam menyelesaikan perselisihan dengan isteri, bukan menggunakan perasaan.


    Meskipun syariat membolehkan pemukulan kepada isteri, hal itu hanya boleh dilakukan dalam keadaan terpaksa. Selain membolehkannya syariat juga mencela orang yang melakukannya sebagai kebiasaan. Syariat juga menyebutkan bahwa orang yang tidak menggunakan cara tersebut sebagai orang yang paling baik.

 
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Ada tiga macam orang yang terkena laknat Allah SWT iaitu seorang yang membenci kedua ibu bapanya, seseorang yang berusaha menceraikan sepasang suami isteri, kemudian setelah isteri tersebut dicerai ia menggantikannya sebagai suaminya dan seseorang yang berusaha agar orang-orang mukmin saling membenci dan saling mendengki antara sesamanya dengan hasutan-hasutannya". (Hadis Riwayat Ad Dailami daripada Umar r.a)

Berdasarkan hadis di atas terdapat tiga macam manusia yang akan mendapat laknat Allah SWT iaitu :

Pertama : Seorang yang membenci kedua ibu bapanya.

Kedua : Seseorang yang berusaha menceraikan sepasang suami isteri, kemudian setelah isteri tersebut dicerai ia menggantikannya sebagai suaminya.

Ketiga : Seseorang yang berusaha agar orang-orang mukmin saling membenci dan saling mendengki antara sesamanya dengan hasutan-hasutannya.

Namun ada sebuah hadis yang dijadikan dalil bahawa isteri wajib mengutamakan suaminya melebihi ibunya. Hadis ini diriwayatkan oleh Aisyah bahawa Rasulullah bersabda: “Siapakah manusia yang perlu diagungkan haknya oleh seorang wanita? Jawab Rasululah, “Suaminya”. Aku bertanya lagi, “Bagi seorang lelaki?”, Jawab Nabi, “Ibunya” [Riwayat al-Hakim]


Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Kamu tidak dapat masuk syurga, sebelum kamu beriman, dan kamu belum dapat dikatakan mukmin sebelum kamu kasih mengasihi satu sama lain. Sukakah kamu aku tunjukkan jalan untuk berkasih-kasihan? Galakkanlah salam antara sesamamu.” (Sahih Muslim/0042)

Dari Abu Hurairah r.a : Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Amal yang bagaimanakah yang paling utama?’ Jawab Nabi saw, “Iman dengan Allah.”  

Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Islam pada mulanya asing dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah kiranya yang terasing.” [Sahih Muslim/0118]

32. Dari Anas r.a : Rasulullah saw bersabda, “Belum akan terjadi kiamat, selama masih ada orang yang iman kepada Allah di muka bumi ini.” [Sahih Muslim/0121] 

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...