facebook

facebook

Mari beri sokongan

10.6.13

Cinta dan Kebahagiaan?

Cinta dan kebahagiaan adalah dua aspek emosi yang berbeda. Secara umum jiwa manusia terdiri dari dua bahagian iaitu fikiran dan emosi. Kedua bahagian ini mempunyai karakterisitik yang jauh berbeda dalam menghasilkan sebuah tingkah laku. Fikiran menghasilkan tingkah laku yang rasional, sedangkan emosi menghasilkan tingkah laku yang merupakan sebuah instink (tidak disadari). Jadi, terkadang orang marah, atau terkadang orang cemburu tanpa dilandasi oleh fakta yang sebenarnya (rasional), karena memang rasa “emosi” itu adalah satu naluri.
Apakah ada hubungan antara cinta dan kebahagiaan. Cinta dan kebahagiaan adalah sama-sama merupakan emosi dasar manusia. Jadi cinta dan kebahagiaan itu adalah sesuatu yang dirasakan, bukan sesuatu yang difikirkan. Telepas dari itu, apakah kedua emosi ini memiliki hubungan? Artinya bahwa jika seseorang merasakan cinta maka orang tersebut juga akan merasakan kebahagian, demikian juga sebaliknya, jika seseorang membenci sesuatu bererti orang tersebut dalam keadaan tidak bahagia.
Tanggapan ini memang benar, tetapi dalam beberapa hal yang lain ianya juga ditolak. Pernahkah anda mendengar seseorang rela hidup menderita demi cinta? Pernyataan ini sudah bertentangan dengan perkara asalnya yang menyatakan bahawa cinta akan selalu diiringgi dengan kebahagiaan. Atau pernyataan, 'saya rela berkorban demi cinta'. Pengorbanan adalah sebuah derita bererti ini adalah unhappy = love. Saya membencimu karena ingin melihat kamu bahagia (unlove = happy). Dan saya yakin masih banyak pernyataan lain menyatakan hal ini, bahwa keduanya bertentangan. 
Sampai saat ini, saya belum mendapatkan sebuah penelitian yang meneliti tentang ini (hubungan antara cinta dan kebahagiaan). Tetapitanggapan yang ada menunjukkan hubungan keduanya tidak konsisten. Ini menunjukkan bahwa keduanya (cinta dan kebahagiaan) tidak mempunyai hubungan yang konsisten.
Jadi, terkadang orang mengejar cinta untuk kebahagian, dan terkadang juga orang rela menderita demi cinta. Berarti ini adalah keadaan psikologis yang bersifat individual dan situasional. 


           Adakalanya cinta ini sebagai satu perbuatan untuk mengenangkan akan seseorang. Apatah lagi di zaman perkembangan teknologi hari ini. Cinta ibaratnya dapat dijual beli dengan harga yang murah. Memberi sesuatu dengan mengharapkan pembalasan cinta. Memberi sesuatu mengharapkan suatu perhubungan. Jadi di manakah nilainya sebuah percintaan?

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...