facebook

facebook

Mari beri sokongan

30.9.12

Cara Mengesan Pembohongan




          Ingin menilai apakah seseorang berkata jujur atau tidak? Anda bisa melakukannya dalam hitungan detik. Menurut pembelajaran terbaru dari University of California, Berkeley, hanya memerlukan waktu 20 detik untuk menilai apakah orang yg berada di hadapan Anda dapat dipercayai atau berbohong.

   Peneliti merekrut 24 pasangan dan meminta setiap orang untuk berbicara tentang saat-saat di mana mereka menderita. Sementara itu, kamera merakam reaksi pasangan mereka. Satu kelompok terpisah lalu mengamati rakaman video itu dan mereka mampu mengidentifikasi reaksi palsu si pasangan bicara dalam masa 20 detik saja.

   Setelah peneliti mengambil sampel DNA dari peserta riset itu, ternyata 60 peratus peserta yang paling tidak dipercayai memiliki reseptor gen, GG genotipe, yang dapat mengawal rasa peduli dan empati. Reseptor membantu mengatur tingkat oksitosin dalam tubuh, yang dikaitkan dengan perasaan kepercayaan, empati, dan kemurahan hati.

   Reseptor ini mengatur level oxytocin di tubuh, yang menurut berbagai pembelajaran sebelumnya berhubungan dengan rasa percaya, empati, dan kemurahan hati. Demikian dijelaskan Alexsandr Kogan, Ph.D., peneliti post-doktoral di Universitas Toronto yang menjadi penulis utama dari hasil pembelajaran ini.

   Di antara mereka yang dinilai paling dipercayai ketulusan responnya, 90 peratus memiliki gen itu. Tapi, ditegaskan para peneliti, karena gen ini hanya berhubungan dengan persepsi ketulusan, ini tidak bererti bahwa Anda menjadi orang tidak simpatik jika tidak memilikinya. Para pengamat dapat menilai ketulusan dengan ketidak jujuran kerana, kata Kogan, “ada perilaku tertentu yang didapati merupakan sinyal rasa percaya dan dukungan.”

Berikut 4 tanda perilaku itu:

1. Perilaku tidak konsisten

“Jika biasanya seseorang sangat diam dan tiba-tiba mereka menjadi sangat dinamis atau sebaliknya, ini menunjukkan pertanda ada yang disembunyikan,” kata Marc Salem, Ph.D., seorang ahli psikologi perilaku.

Hal yang sama berlaku jika seseorang yang biasanya berbicara lancar dan cepat, tiba-tiba bicaranya jadi terpotong-potong atau terdengar berhati-hati. “Pergeseran merupakan tanda adanya kebohongan atau penipuan.”

2. Tatapan mata

“Ketika orang berfikir atau merenung, wajar bila mereka memutus kontak mata dan melihat sekeliling,” jelas Salem. Namun, jika pandangan seseorang terlalu konstan, baik saat mendengarkan atau saat mencoba mendapat kepercayaan, itu tanda ketidakjujuran.

3. Isyarat tubuh

Batuk, sering membersihkan tenggorokan, atau isyarat lain dengan menutup mulut dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang mencuba untuk menyembunyikan sesuatu. Salem mengatakan, hal yang sama terjadi dengan bahu yang turun, atau pose membungkuk. “Itu tanda Anda harus berhati-hati, karena seseorang tidak membuka diri sepenuhnya.”

4. Tersenyum cepat

Sebuah senyum memberi perubahan instan pada wajah seseorang, kata Salem. Mata yang berbinar, pipi dan alis akan terangkat seiring lengkungan di sudut bibir. Senyum ini biasanya berlangsung selama beberapa detik sebelum memudar. Salem mengingatkan, senyum palsu muncul dalam sekejap, dan menghilang dengan cepat.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...