facebook

facebook

Mari beri sokongan

8.4.11

Abu Nawas - Sayembara Asal Usul Ayam



Melihat ayam betinanya bertelur, Baginda tersenyum. Beliau memanggil pengawal agar mengumumkan kepada rakyat bahawa kerajaan mengadakan sayembara untuk umum. Sayembara itu berupa pertanyaan yang mudah tetapi memerlukan jawaban yang tepat dan masuk akal. Barang siapa yang dapat menjawab pertanyaan itu akan mendapat imbalan yang amat menggiurkan. Satu pundi penuh wang emas: Tetapi bila tidak dapat menjawab maka hukuman pula yang menjadi habuannya.

Banyak rakyat yang ingin mengikuti sayembara itu terutama orang-orang miskin. Beberapa dari mereka sampai menitiskan air liur. Mengingat beratnya hukuman yang akan dijatuhkan maka tidak hairanlah bila pesertanya hanya empat orang. Dan salah satu dari para peserta yang amat sedikit itu adalah Abu Nawas


Aturan main sayembara itu ada dua. Pertama, jawaban harus masuk akal. Kedua, peserta harus mampu menjawab sanggahan dari Baginda sendiri.

Pada hari yang telah ditetapkan para peserta sudah siap di depan panggung. Baginda duduk di atas panggung.

Beliau memanggil peserta pertama. Peserta pertama maju dengan tubuh gementar. Baginda bertanya,
"Manakah yang lebih dahulu, telur atau ayam?"

"Telur." jawab peserta pertama.

"Apa alasannya?" tanya Baginda.

"Bila ayam lebih dahulu itu tidak mungkin karena ayam berasal dari telur." kata peserta pertama menjelaskan.
"Kalau begitu siapa yang mengerami telur itu?" sanggah Baginda. .

Peserta pertama mula pucat lesi. Wajahnya mendadak berubah putih seperti kertas. la tidak dapat menjawabnya.

Tanpa ampun ia dimasukkan ke dalam penjara.

Kemudian peserta kedua pula maju. la berkata,
"Paduka yang mulia, sebenamya telur dan ayam tercipta dalam waktu yang bersamaan."

"Bagaimana bisa bersamaan?" tanya Baginda.

"Bila ayam lebih dahulu itu tidak mungkin karena ayam berasal dari telur. Bila telur lebih dahulu itu juga tidak mungkin karena telur tidak bisa menetas tanpa dierami." kata peserta kedua dengan mantap.

"Bukankah ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantan?" sanggah Baginda. Peserta kedua bingung. Lalu ia pun dimasukkan ke dalam penjara.

Lalu giliran peserta ketiga. la berkata;
"Tuanku yang mulia, sebenarnya ayam tercipta lebih dahulu daripada telur."

"Sebutkan alasanmu." kata Baginda.

"Menurut hamba, yang pertama tercipta adalah ayam betina." kata peserta ketiga meyakinkan.
"Lalu bagaimana ayam betina bisa beranak-pinak seperti sekarang. Sedangkan ayam jantan tidak ada." kata Baginda memancing.

"Ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantan. Telur dierami sendiri. Lalu menetas dan menurunkan anak ayam jantan. Kemudian menjadi ayam jantan dewasa dan mengawini induknya sendiri." peserta ketiga berusaha menjelaskan.

"Bagaimana bila ayam betina mati sebelum ayam jantan yang sudah dewasa sempat mengawininya?"

Peserta ketiga pun tidak bisa menjawab sanggahan Baginda. la juga dimasukkan ke penjara.

Kini tiba giliran Abu Nawas. la berkata, "Yang pasti adalah telur dulu, baru ayam."

"Cuba kamu terangkan secara logis." kata Baginda ingin tahu "Ayam boleh mengenal telur, sebaliknya telur
tidak mengenal ayam." kata Abu Nawas singkat.

Agak lama Baginda Raja merenung. Kali ini Baginda tidak dapat menyanggah alasan Abu Nawas dan terpaksa harus memberikan wang dalam jumlah besar sebagai hadiah untuk Abu Nawas.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...