facebook

facebook

Mari beri sokongan

18.2.11

Abu Nawas dan Menteri Bertelur


Pada suatu hari Sultan Harun Al-Rasyid memanggil sepuluh orang Menterinya “Kalian tahu di depan Istana ini ada sebuah kolam. Aku akan memberikan masing-masing sebiji telur kepada kalian, menyelamlah kalian ke dalam kolam itu dan kemudian serahkanlah telur-telur itu kepadaku apabila kamu muncul kepermukaan. Aku ingin tahu kepandaian Abu Nawas.”

Kemudian sultan menyuruh memanggil Abu Nawas ke Istananya. Kepada Abu Nawas dan kesepuluh orang menterinya itu Sultan bertitah, “Kamu sekalian aku perintahkan turun ke dalam kolam itu, menyelam dan apabila muncul kepermukaan serahkanlah kepadaku sebiji telur ayam. Barangsiapa tidak menyerahkan telur, niscaya mendapat hukuman dariku.”

Mencari telur didalam air? Pikir Abu Nawas, sambil memandang kepada Menteri-menteri itu. Mereka nampak takzim dan siap melaksanakan perintah. “Adakah ayam betina di dalam kolam itu?”

Hari pun malamlah, keesokan harinya, pagi-pagi benar, menteri-menteri itu menyelam kedalam kolam dan ketika muncul dari dalam kolam, masing-masing membawa sebiji telur dan menyerahkan kepada Sultan. Abu Nawas tidak kunjung muncul di permukaan kolam, ia berenang kesana-kemari mencari telur. Di koreknya dinding kolam, namun tak juga ditemukannya. Setelah puas mencari di sekitar dasar kolam, terpikir dalam benaknya bahwa ia dianiaya oleh Sultan. Maka ia pun berdoa kepada Tuhan mohon keselamatan dirinya. Keluarlah ia dari kolam dan naik ke darat. Didepan Sultan ia berkokok-kokok dan berjalan laksana seekor ayam jantan.

“Hai, Abu Nawas mana janjimu? Kata Sultan, semua orang ini masing-masing telah menyerahkan sebiji telur kepadaku, hanya kamu yang tidak, oleh karena itu kamu akan ku beri hukuman.”

Sembah Abu Nawas, “Ya tuanku Syah Alam, yang mempunyai telur adalah ayam betina, hamba ini ayam jantan, membawa anak ayam jantan, lagi pula berkokok, telur hanya dapat dihasilkan oleh ayam betina. Jika ayam betina tidak berjantan, bagaimana ia akan dapat telur.”

Demi mendengar alasan Abu Nawas, Sultan pun tidak dapat berkata apa-apa karena memang sangat tepat. Sultan dan semua menterinya hanya bisa garuk-garuk kepala yang tidak gatal.

3 comments:

faisal apardi said...

hahaha...nice story...
bgus tuk anak2...
morale..think out of the box

.::: Princess MOMOY :::. said...

ok bagus
tapi ciptaan sendiri ke nih

100 Kerja Kosong Sepanjang Tahun 2011"

Korang pernah main game ni?"

zaidi zaim said...

hihihi...
Faisa, Apardi , kisah Abu Nawas ni memang best, byk yg klakar dan bagi pengajaran... bagus jugak utk jana minda budak2...

Prcss Momoy... Kisah Abu Nawas ni sy copy n paste dr blog lain, sy memang suke kisah dia dan kebnyakkan kisah dia sebagai pengajaran dan juga Abu Nawas ni dikatekan seorang wali Allah...

sejauh mane kebenarannye, hanye Allah s.w.t. yg lebih mengetahui...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...